Kamu akan menemukan banyak kata “Mati” dalam buku ini sebuah representasi bahwa kesendirian yang berlarut mampu membuat siapapun terjebak dalam skenario terburuknya yaitu bunuh diri. Tetapi buku ini bukan untuk pencegahan, karena bagaimanapun akhir ceritanya tidak pernah benar-benar berakhir.
Nantikan sesuatu hal yang luar biasa
HITUNG MUNDUR PELUNCURAN
Menanti 16 Januari 2026
"Aku paling benci suara gagak ditengah malam, bendera kuning berkibar di depan rumah, atau aroma kemenyan yang menyeruak. Itu seperti sebuah alat penyiksaan yang tak pernah tuntas. Dan kehilangan adalah dendam yang tak pernah terbayarkan."
Awal mula kecemasan itu tumbuh.
Akhir dari semua itu terjadi ketika aku membuka salah satu ketakutan terbesarku, sebuah sosok yang ternyata abadi di dalam diriku, tercipta karena rasa takut akan penilaian, kesendirian, rasa sakit hati, dan kehilangan. Semua orang tahu dia adalah “Cemas,” sebuah emosi yang kini melandaku dan menguasai penuh kendali atas diriku.
Skenarionya sederhana dia menciptakan segala hal dari berbagai kemungkinan. Lalu dengan perlahan aku menurutinya dan mengikuti apa yang ia mau. Emosi ini hidup, punya nyawa, dan kadang mengambil peran diriku secara penuh. Dia sosok yang tidak bisa aku kendalikan, aku kadang menyerah dan tak pernah melawan.
Rasanya tidak baik jika aku menang. Dia bersemayam lama sedari aku kecil, seperti teman yang tumbuh bersama dalam satu rumah tetapi ia lebih banyak memimpin daripada diriku sendiri. Aku patuh, mengikutinya karena bagaimanapun pilihannya selalu benar, sehingga saat ini aku tak pernah berani untuk melawannya. Jikapun besok ada kesempatan mungkin aku akan tetap kalah, kecuali sosok perempuan yang aku jumpai di pemakaman senja itu.
Buku ini pernah singgah



Memuat rak buku...